1. Bikin Melek Informasi. #Magetan

    MAGETAN – Informasi dari media cetak dinilai berperan penting dalam peningkatan kualitas pendidikan. Karena itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Magetan Bambang Trianto memberikan apresiasi tinggi pada keberadaan koran, termasuk Radar Magetan.

    Dia pun mengimbau seluruh sekolah di 18 UPTD se-Magetan untuk berlangganan koran, terutama Jawa Pos. “Saya rasa bagi sekolah, berlangganan koran memiliki tingkat urgensitas tinggi agar melek informasi,” ujar Bambang kemarin (25/1).

    Dia meyakini, apabila seluruh sekolah berlangganan koran, berbagai informasi berikut sosialisasi yang dilakukan pihaknya bisa langsung mengena sasaran. “Untuk itu kami imbau kepada seluruh sekolah untuk langganan koran seperti Jawa Pos. Tapi, prinsip kami tidak memaksa. Namun setidaknya hal itu memang untuk kebutuhan dan kemajuan bersama,” kata Bambang.

    Read More

  2. Kejari Panggil Iwan ‘Diantama’. #Magetan

    Telusuri Dugaan Penyimpangan Tenderisasi Bangjo

    MAGETAN – Pencopotan displai traffic light di perempatan gorang-gareng, Kawedanan pekan lalu, ternyata berbuntut panjang. Iwan Susanto, Direktur utama PT Diantama Energy Prima Madiun yang mengungkapkan adanya dugaan penyimpangan dalam proses tenderisasi sejumlah proyek lampu bangjo di Magetan di respons kejaksaan negeri (kejari) setempat.

    Kemarin (26/1), Iwan memenuhi panggilan kejari untuk dimintai keterangan terkait tenderisasi bangjo tersebut. “Dan memang itu fakta jika beberapa titik lampu bangjo di Magetan itu tidak sesuai spek. Proses tendernya juga karut marut,” ujar Iwan Susanto, usai di periksa Kejari Magetan.

    Sekitar dua jam, Iwan di periksa secara tertutup di ruang kasi Intelijen Kejari Magetan. Iwan mengaku menyodorkan banyak dokumen pelengkap untuk menguak sejumlah penyimpangan pengadaan lampu bangjo itu di Magetan. “Saat tenderisasi diputuskan, mekanisme sanggah banding, itu seperti di berlakukan cukup ruwet. Hingga tahu-tahu deadline-nya habis dan pemenang tender ditetapkan,” ungkap dia.

    Read More

  3. Kandang Ambruk, Seribu Ekor Ayam Mati. #Magetan

    ANGIN ribut juga merobohkan kandang ayam di DukuhKebaran, Kelurahan Tawanganom, Kecamatan Kota. Kandang milik Sukimin ini porak poranda di terjang lesus sebanyak dua kali, pukul 12.00 Rabu (25/1) siang dan pukul 01.00 dini hari kemarin. Padahal, padahal di dalam nya terdapat 9 ribu ayam potong yang baru berumur 20 hari.

    “Kalau usia panen secara umum sekitar 40 hari. Akibat angin ini, seribuan ekor mati. Kerugian ya ratusan juta. Sementara yang masih hidup pasti setres dan dan harus mendapatkan tambahan suplai  vitamin antistres,” terang Rasimin, salah seorang pekerja peternakan ayam tersebut.

    Kondisi serupa menimpa sejumlah kandang ayam di Sukowinangun. Bangunan sudah tak berbentuk dan nyaris rata dengan tanah. Sementara, genting pecah berserakan dimana-mana.

    Read More

  4. Desa Sukowidi Terparah. #Magetan

    Dampak Terjangan Angin Ribut

    MAGETAN – Angin ribut yang menerjang barbagai wilayah Magetan Rabu (25/1) lalu, bisa jadi merupakan yang terdahsyat selama ini. Kawasan yang terparah terkena bencana kali ini adalah Desa Sukowidi, Kecamatan Panekan.

    Di wilayah itu, sedikitnya lima rumah rusak berat di sapu angin. Tiga di antaranya nyaris rata dengan tanah. Salah satu rumah yang rusak parah adalah milik Trimo di Dusun Sempu. Atapnya tak lagi berbentuk, dinding-dinding nya berserakan di tanah.

    Angin ribut juga menghancurkan rumah Sini dan Lanjar. “Saat angin datang, suaranya keras seperti pesawat. Saat itu saya bersama istri lari dan teriak takbir,” kata Trimo, kemarin (26/1).

    Selain memporak-porandakan rumah, angin ribut juga merusak sejumlah tanaman produktif. Pun akses listrik di lokasi itu, belum teraliri hingga siang kemarin. “Semua ini menyisakan trauma bagi warga,” imbuh Sakat, ketua RT 4 RW 2 Dusun Sempu.

    Read More

  5. Posko Siaga Darurat Bencana #Magetan (Telp: 0351-8198137)

    Kabupaten Magetan yang terletak di lereng timur Gunung Lawu termasuk daerah yang berpotensi rawan bencana alam seperti tanah longsor utamanya di wilayah Kecamatan Panekan, Plaosan dan Poncol; rawan banjir utamanya di beberapa desa di wilayah Kecamatan Kartoharjo; dan juga bencana yang diakibatkan oleh angin. Posko Siaga Darurat Bencana ini berada di Kantor Bakesbangpol Linmas terletak di barat Aloon-aloon Magetan. Posko Siaga 24 jam penuh selama bulan Januri-Maret 2012. Telepon yang dapat dihubungi (0351) 8198137.

    Read More

  6. Inilah yang Dirusak ‘Sang Angin’. #Magetan

    Magetan - Mencekam. Magetan dihantui kekhawatiran akibat terjangan angin kencang sepanjang hari kemarin. Wajah kota dipenuhi serakan dedaunan, ranting dan dahan pohon yang berjatuhan. Di sebagian lokasi, bangunan rusak. Kerugian sudah ratusan juta. Semoga, badai segera berlalu.

    Dan, inilah data yang berhasil dihimpun MagetanKita.com terkait dampak dari amukan sang angin.

    Data Kerusakan:

    1. Kec. Panekan

    • Rumah Roboh: Desa Bedagung (1 rumah), Desa Sukowidi (4 rumah), Desa Sumberdodol (3 rumah)
    • Kandang: Desa Cepoko (2 kandang), Desa Tanjung Sari (1 Kandang Sapi)
    • Korban: 1 Luka

    2. Kec. Poncol : Atap dua rumah warga rusak

    3. Kec. Parang : Desa Ngunut (1 Kandang Ayam)

    4. Kec. Ngariboyo : 1 rumah tertimpa pohon

    5. Kec. Magetan :

    • Atap kantor pemkab (Bag. Adbang)
    • Atap SDN Tambran
    • Mobil sedan kepala dinas
    • Kandang Ayam (2)
    • Pohon tumbang di titik-titik; Jl. Raya Sukomoro, Jl. Sukowati, Jl. Ahmad yani, Jl. Yos Sudarso, Jl. Mayjen sungkono, Mangkujayan, GOR.

    Sumber: http://www.magetankita.com

  7. Sedan Parni Hadi Tertimpa Pohon. #Magetan

    KEPALA Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Magetan Parni Hadi harus ‘ totalan’. Itu setelah sedanToyata hitam nopol AE 909 RR miliknya tertimpa pohon yang tumbang. Akibatnya, bodi bagian depan kiri kendaraan penyok dan kacanya pecah .

    Nahas itu terjadi saat mobil tersebut melintas di Jalan Jaksa Agung Suprapto, kawasan kelurahan kauman . Informasi yang di himpun , sedan hitam tersebut tengah melaju kearah timur kota untuk mengisi bensin . Malang tak dapat ditolak , saat melaju di sekitar kantor DPD Golkar, bodi depan mobil itu tertimpah pohon hingga tak bisa bergerak. “Kerugian kalau ditaksir ya lebih dari 5 juta,”kata Hanafiah, pengemudi.

    Angin ribut juga menyebabkan seharian kemarin listrik di Magetan kota padam. Bahkan, hingga menjelang pukul 19.00, kawasan kota masih gelap gulita. Sejumlah traffic light pun tak berfungsi. Padamnya arus listrik itu diduga  akibat beberapa kabel saluran putus tertimpa pohon tumbang. Di depan kantor Kesbangpolinmas, misalnya, kabel listrik baru bisa dievakuasi setelah pohon tumbang disenso untuk dipatahkan dahanya.(wka/isd)

    Sumber: http://radarmagetan.wordpress.com

  8. Genting Ambrol, Pegawai Adbang Panik. #Magetan

    KAWASAN kota juga tak luput dari bencana. Sekitar pukul 11.00, angin ribut menggoyang sejumlah wilayah di kota. Salah satunya Desa Candirejo. Belasan genteng rumah warga terlepas dari kayu reng-nya.

    Angin ribut juga terjang kantor bagian Administrasi Pembangunan (Adbang) Pemkab Magetan dan gentengnya berjatuhan hingga merusak plafon. Sontak, kejadian saat jam kerja iut membuat para abdi negara di lingkungan sekretariat daerah panik dan lari terbirit-birit menyelamatkan diri.

    “Kejadiannya sangat cepat. Setelah atap ambrol, tidak hanya pegawai bagian Adbang saja yang keluar, tapi juga pegawai lain yang masih satu atap,” kata Kabag Humas dan Protokol Pemkab Magetan Saif Muchlissun.

    Tak jauh dari kantor pemkab, tepatnya sebelah utara alun-alun, sebuah pohon waru ambruk. Pohon di utara budaran Gubernur Soerjo itu tumbang hingga memacetkan arus dari utara yang akan masuk ke arah alun-alun. “Beruntung tumbangnya pelan-pelan. Sehingga tiga di bawah pohon itu bisa diselamatkan. Karena itu milik anak magang di bengkel saya,” kata Nur Basuki, pemilik bengkel yang berdekatan dengan pohon tersebut.

    Read More

  9. Minta Camat Siaga dan Tanggap. #Magetan

    MENYIKAPI bencana di berbagai wilayah Magetan seharian kemarin, Bepati Magetan H Sumantri langsung menginstruksikan seluruh camat berikut pimpinan SKPD siaga tanggap. Pun, sejumlah fasilitas disiapkan untuk mengantisipasi adanya bencana susulan.

    Selain menyiagakan jajarannya, Sumantri juga mengimbau warga untuk dekat-dekat dengan pohon besar saat cuaca tidak bersahabat. “Kami tekankan bagaimana pentingnya mewaspadai bencana. Memang ini bukan hal mudah, tetapi kami berharap seluruh masyarakat bisa mengantisipasi hal-hal yang berpotensi bencana,” kata Sumantri kemarin (25/1)

    Melihat dampak bencana yang cukup parah dan titiknya tersebar, bupati menilai siaga bencana sejak dini sangat perlu dilakukan. “Kami ikut prihatin (atas bencana itu, Red,” ujar Sumantri yang kemarin ikut memantau langsung di lapangan.

    Read More

  10. #Magetan Dikepung Angin Ribut

    Bangunan Rusak hingga Tanah Longsor

    MAGETAN – Angin ribut menerjang sejumlah wilayah Magetan sejak  Selasa (24/1) malam. Akibatnya, berbagai titik panen bencana. Mulai pohon tumbang, bangunan ambrol, hingga tanah longsor.

    Salah satu bangunan yang tertimpa adalah rumah Kletong, warga Dusun Jatikas, Desa Citeng, Kecamatan Poncol. Teras rumah itu rusak berat dihantam tanah longsor, sekitar pukul 06.00 kemarin (25/1). Berselang setengah jam, 30 asbes atap rumah Juwarno, 35 di Dusun/Desa Genilangit beterbangan di goyang angin ribut.

    Kuatnya tiupan angin menyebabkan atap rumah berukuran 9 x 7,5 meter itu berserakan. Sebagian kepingan asbes menimpa etalase milik Juwarno. “Saat itu kami tengah takziah. Tahu kalau rumah saya kena angin setelah di telepon tetangga. Ya kalau kerugian mungkin sekitar Rp 2,5 juta,” kata Juwarno.

    Read More